Sepi . . .

Pagi ini seperti biasa, di tempatku bekerja, setiap jum’at pagi ada kegiatan siraman rohani. Kegiatan yang disepakati dimulai tepat pukul 06.30 sampai 07.00

Dan seperti biasa, tepat jam 06.30 baru 3 orang yang hadir. Jumlah itu sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah yang seharusnya hadir, 30 orang.
Dan kondisi seperti pagi ini, hampir setiap jum’at pagi terjadi. Aku juga tak mengerti, kenapa itu bisa terjadi.
Ini ujian. Ya, ujian tentang arti sebuah komitmen. Arti komitmen terhadap sebuah waktu. Arti komitmen terhadap sebuah karakter/nilai diri.
Berkarya dalam sepi. Mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan orang – orang masih komitmen dengan waktu,terutama pagi hari. Di kala yang lain masih mengurusi urusannya sendiri, orang – orang ini berjuang melawan sepi menjemput komitmennya terhadap waktu. Ya, memang masalah komitmen terhadap waktu masih menjadi barang mahal di sini. Seperti berada dalam kesepian ketika tepat waktu di sini. Saya hanya ingin mengucapkan : kalian hebat para pejuang pagi hari yg bertemankan sepi. Selamat berkarya.