Sapta Tirta Pablengan, Tujuh Mata Air Beda Rasa

Karanganyar memiliki banyak keajaiban alam, salah satunya adalah Sapta Tirta yang terletak di Pablengan,Kecamatan Matesih. Sesuai dengan namanya, mata air di Sapta Tirta ini berjumlah 7 buah. Kompleks mata air di Pablengan juga dianggap sakral oleh sebagian masyarakat. Terletak kurang lebih 3 km dari pusat kota Karanganyar. Dari Karanganyar anda bisa menggunakan 2 jalur berbeda untuk menuju ke lokasi mata air ini. Yang pertama via jalur matesih, jika mengambil jalur ini dari pusat kota karanganyar, anda harua mengambil arah ke matesih. Dari matesih kemudian mengambil ke arah utara menuju jalan ke sapta tirta pablengan. Jalur yang kedua adalah melalui jalan ke arah karangpandan – Tawangmangu. Jika mengambil jalur ini dari Karanganyar kota, anda tinggal lurus saja menuju arah Karangpandan – Tawangmangu sampai di lampu merah karangpandan. Dari lampu merah ini anda tinggal belok kanan mengikuti jalan sampai bertemu papan nama Sapta Tirta Pablengan di sebelah kiri jalan. 

img_20161027_082648_hdr

Keberadaan Sapta Tirta Pablengan ini tak bisa dipisahkan dengan sejarah. Pada jaman dahulu lokasi ini merupakan benteng yang digunakan oleh Raden Mas Said untuk melawan VOC. Raden Mas Said sendiri adalah salah satu tokoh yang juga tak bisa dipisahkan dari cikal bakal berdirinya Kabupaten Karanganyar. Karena kesaktiannya, Raden Mas Said dijuluki Pangeran Samber Nyowo. Belanda dengan segala kekuatannya menyerang benteng ini dan akhirnya berhasil meluluh lantakkan kawasan yang sekarang menjadi Sapta Tirta Pablengan ini. Tetapi, pangeran Samber Nyowo terus melawan dengan bergerilya hingga akhirnya VOC kalah. Sapta tirta pablengan dengan segala misterinya tidak terusik sampai sekarang. Terdapat pula pemandian para putri keraton atau biasa disebut Keputren peninggalan Mangkunegara VI. 

img_20161027_082154_hdr

Salah satu peninggalan pangeran samber nyowo di sapta tirta pablengan adalah tempat untuk bersemedi ( tatalan ). Bagi sebagian masyarakat yang meyakininya, dengan bersemedi di tempat ini akan mendapatkan keberkahan tertentu. Percaya atau tidak, tetapi itulah mitos yang selalu membalut tempat -tempat bersejarah di negeri ini. 

Sapta Tirta Pablengan, sesuai dengan namanya, terdiri dari tujuh mata air. Berada di kawasan seluas 1 hektare. Letak ketujuh mata air ini saling berdekatan. Jarak terdekat antara satu mata air dengan mata air lain adalah 5 meter sementara yang paling jauh adalah 13 meter.

img_20161027_081944_hdr

img_20161027_082038_hdr

Mata air ini menjadi obyek wisata utama di Sapta Tirta, selain wisata spiritual. Mata air di sini memiliki khasiat yang unik. Ketujuh mata air ini memiliki nama tersendiri sesuai dengan khasiat yang dimilikinya. Yang unik di pemandian ini adalah mata air atau sumur telah diberi nama sesuai dengan kandungan mineral yang dimiliki serta kondisi air di sumur itu sendiri yakni Air Mati, Air Hangat, Air Kesakten, Air Hidup, Air Soda, Air Urus-urus serta Air Bleng. Adapu khasiat dari masing – masing sumur ini adalah sebagai berikut : 

img_20161027_082405_hdr

Air Bleng
Rasa Air Bleng asin, sehingga biasa digunakan oleh masyarakat sekitar objek wisata Sapta Tirta Pablengan, untuk membuat karak atau krupuk khas Soloraya.

Air Hangat
Untuk Mengobati berbagai penyakit kulit dan rematik.

Air Kesakten
Untuk kekuatan, kesehatan, atau sebagai sarana untuk menyucikan jiwa raga.

Air Hidup
Dapat membuat wajah tampak awet muda

Air Mati
Air Mati mengandung mineral berbahaya, sehingga tidak boleh digunakan, sekalipun sekadar untuk cuci muka. Air ini mengandung CO2 atau Karbon dioksida.

Air Soda
Untuk obat penyakit dalam, seperti sakit ginjal, lever, atau TBC.

Air Urus-Urus
Untuk memperlancar buang air besar.

img_20161027_082505_hdr

Sapta Tirta Pablengan ini dibuka mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB. Tiket masuk di kawasan ini Rp. 3000. Murah bukan? Selain komplek pemandian dengan tujuh mata air, di sini juga terdapat bebeapa bangunan yang cukup luas semacam shelter yang dapat dimanfaatkan untuk acara dengan jumlah peserta yang cukup banyak. Di bagian luar, terdapat deretan warung – warung kecil yang menjual minuman dan makanan kecil. Kalau anda berkunjung saat musim durian, anda bisa dengan mudah menemukan para penjual yang menjual durian khas Jumantono yang terkenal sangat lezat di sini.