Aplikasi SAPAMAS

SAPAMAS : Jembatan Masyarakat dengan Pemerintah Karanganyar

Aplikasi SAPAMAS

Aplikasi SAPAMAS

Ada yang berbeda dengan Karanganyar, sebuah kabupaten di soloraya ini. Semenjak pergantian kepemimpinan di bawah pasangan YURO ( Juliyatmono – Rohadi Widodo ), Karanganyar terus berbenah. Banyak pembangunan fisik dimana – mana. Tetapi saya tidak akan membahas hal ini. Ada sisi lain yang sepertinya menjadi political will Pemerintah Kabupaten Karanganyar nampaknya. Yaitu komitmen pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk dekat dengan masyarakatnya.

Beberapa waktu yang lalu, Pemerintah kabupaten Karanganyar meluncurkan SAPAMAS. Sebuah aplikasi sms center untuk menampung aspirasi langsung dari masyarakat. Berbeda dengan pemerintahan sebelumnya yang masih mengandalkan interaksi di website langsung, aplikasi SAPAMAS dibangun dengan bahasa pemrograman PHP, sehingga aplikasi ini sangat dinamis untuk berinteraksi antara admin ( dalam hal ini Pemkab ) dengan pengguna ( masyarakat ).

SAPAMAS sendiri kepanjangan dari Sistem Informasi Penampungan Aspirasi Masyarakat. Sebuah kemajuan menurut saya, dimana pemerintah kabupaten sudah mulai berfikir untuk melibatkan masyarakat secara langsung. Untuk menggunakan aplikasi ini pun sangat mudah sekali. Anda hanya cukup mengirim aspirasi anda, abik saran kritik, aduan, ide atau yang lainnya melalui SMS ke nomor 0811-262-9999. Sangat mudah sekali bukan.

Statistik SAPAMAS

Tampilan Statistik SAPAMAS

SMS anda akan diterima oleh data center pemkab, dan akan ditindak lanjuti oleh SKPD terkait. Ini menarik menurut saya. Ada usaha dari pemkab untuk menjawab secara langsung permasalahan di lapangan. Anda pun bisa melihat aspirasi masyarakat yang lain di alamat berikut ini SAPAMAS.

Aduan

Aduan yang ditanggapi

Di alamat tersebut, anda juga melihat statistik berapa jumlah aduan dan berapa yang sudah ditanggapi. Saya pun mencoba mengirimkan sms aspirasi ke data center di atas. Setelah mendapatkan laporan terkirim, saya pun mencoba mengakses situs SAPAMAS. Sms aspirasi saya belum ditampilkan di aplikasi tersebut. Saya berpikir aplikasi ini mungkin belum real time, atau mungkin memang di filter, ada otorisasi dari admin mungkin sebelum ditampilkan. Beberapa aspirasi yang sudah ditanggapi oleh SKPD terkait saja yang ditampilkan.

Aplikasi mungkin di masa yang akan datang bisa dikembangkan menjadi seperti konsep smart city DKI Jakarta, yang menggunakan aplikasi android Qlue, dimana warga masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan stake holder yang ada secara real time dan bisa direspon secara langsung juga oleh stake holder yang ada. Apapun itu, selamat bagi pemerintah Kabupaten Karanganyar dan masyarakat Karanganyar yang mempunyai aplikasi SAPAMAS. Semoga aplikasi ini benar – benar menjadi jembatan penghubung antara warga karanganyar dengan pemerintahnya.