My December

Mereka bilang,
Desember adalah bulan paling dirindukan.
Bulan di mana banyak hal baru dan lebih baik dinanti-nantikan.

Maka inilah sajak untukmu, Desemberku.

Bila nanti musim berganti lagi,
hari demi hari
di mana dalam dirimu tak lagi dipenuhi basahnya air hujan.
Selalu ada aku,
yang akan setia merindukanmu.

Karena kau adalah bulan kenangan.
Di mana aku pertama kali berpeluk cinta dan kesempatan berbahagia.
Karena ada mimpi masa depan,
dan kebaikan atas wujud doa yang dikabulkan Tuhan.

Maka, tersenyumlah, Desember.
Karena banyak doa mereka panjatkan,
di detik-detik terakhir sebelum mereka mendapati sebuah kehilangan.

Ah, aku lupa.
Kita bisa berjumpa lagi tahun depan.
Dua belas bulan dari sekarang.

3 Desember 2015

Tagged as: