Sunrise di Lereng Merapi

Menikmati Pagi di Lereng Merapi

Gunung Merapi

Gunung Merapi

Akhir pekan yang lalu, saya bersama istri menghabiskan waktu di lereng Gunung Merapi. Kami memilih merapi karena tidak sengaja juga. Awalnya kami berencana mencari sunrise di sekitar kota Yogyakarta. Ada banyak pilihan yang masuk dalam daftar pilihan kami. Setelah browsing kesana kemari, akhirnya kami memilih mengejar matahari terbit di lereng merapi dengan beberapa pertimbangan. Menikmati pagi di lereng Gunung Merapi dengan jeep. Dengan berbekal informasi dari situs www.jeeplavatour.com, saya akhirnya mengontak salah satu koordinator jeep di sana, Mas Eko namanya. Setelah selesai memesan, disepakati saya dan istri harus sampai di basecamp jeep lava tour pukul setengah 5 pagi di depan Museum Gunung Api Merapi di daerah Kaliurang.  Kami mengambil paket sunrise di pagi hari. Udara sejuk dan tentu pemandangan yang menakjubkan menjadi alasan kami.

Tepat pukul 03.30 WIB kami berangkat menuju Kaliurang dari pusat kota Yogyakarta. Jalanan yang sepi dan hembusan angin pagi yang dingin menemani kami. Sesekali sorot lampu mobil dan motor pengendara yang berlawanan arah mengenai kami. Dingin yang menusuk begitu terasa ketika kami memasuki wilayah kaliurang. Khas udara lereng gunung, terasa sangat sejuk. Beberapa pedagang sayur sudah mulai beraktivitas.

Tepat menjelang shubuh, kami sampai di basecamp. Ada 2 jeep yang sudah bersiap. Tak berselang lama, datang sebuah jeep lagi. Sang driver yang juga sekaligus guide keluar dan menyapa kami, ternyata itu adalah jeep yang akan membawa kami hari ini. Setelah berkenalan, driver langsung mengajak kami naik ke atas jeep. Masih muda, bertindik di telinga, mas Agus namanya. Sebelum berangkat lebih lanjut, saya meminta mas Agus untuk mencari tempat sholat, adzan shubuh sudah berkumandang di sekitar lereng merapi.

Selepas shubuh, jeep yang membawa kami meluncur menuju kawasan Kaliadem. Jalanan gelap, berkelok – kelok dan terjal mewarnai perjalanan. Bebatuan yang berasal dari kawah gunung paling aktif di pulau jawa itu terlihat di sepanjang jalan. Sisa letusan tahun 2010 yang begitu dahsyat masih terlihat. Pagi belum sempurna, tetapi adrenalin kami sudah diadu semenjak pagi.

Sekitar setengah jam perjalanan, kami sampai di kawasan lereng merapi. Kali adem tepatnya. Belum banyak pengunjung lainnya, baru ada sekitar 2 jeep lainnya. Suasana masih sangat sepi dan gelap, tetapi purnama bersinar dengan indahnya. sayang sekali saya tidak bisa mengabadikan suasana dengan kamera handphone. Saya dan istri menggunakan waktu menunggu pagi dengan menyusuri kawasan itu. Sambil sesekali mengabadikan momen.

Akhirnya waktu yang kami tunggu – tunggu pun tiba. Perlahan gunung Merapi mulai nampak keelokannya. Asap tipis tampak mengepul di puncak merapi. Di sudut langit sebelah kanan, siluet pagi terlihat dengan indahnya. Melihat mentari muncul dari lereng merapi ini, terasa luar biasa. Indah, menakjubkan. Di tempat ini, ada sebuah kali yang disiapkan untuk jalur lahar dan material dari gunung merapi. Kali gendol yang terkenal itu.

Selesai menikmati mentari yang mulai beranjak, kami melanjutkan petualangan. Jalanan terjal dan berbatu dilalui oleh jeep dengan mudah. Trek yang sulit dengan mudah dilaluinya. Sudah terbiasa gumam saya. Tanpa kami sadari, ternyata kami dibawa ke tepi Kali Gendol. Jeep berhenti tepat di atas batu dan agak miring. Ternyata Mas Agus membawa saya dan istri ke tempat mengabadikan gambar. Bagus sekali viewnya.

Sunrise di Lereng Merapi

Sinrise di Lereng Merapi

Mengabadikan Momen

Mengabadikan Momen

Jeep kemudian membawa kami menuju lokasi selanjutnya. Museum yang dibuat oleh masyarakat sekitar pasca letusan dahsyat 2010. Tepatnya di daerah cangkringan. Disini kita dibawa melihat bagaimana dahsyatnya letusan saat itu. Foto dan barang – barang bekas letusan menjadi saksi bisu.

Beranjak dari museum ini, saya dibawa menuju tujuan selanjutnya. Baru alihan, tetapi masyarakat sekitar menamainya dengan batu Alien. Di perjalanan, Mas Agus membawa perjalanan saya dan istri melewati jalur yang begitu terjal, berlumpur dan berbatu. Seru rasanya. Batu Alien ini sejatinya adalah bagian dari material dari Gunung Merapi pada 2010 lalu. Karena ukurannya yang besar, masyarakat sekitar menjadikannya obyek wisata. Di tempat ini, Mas Agus menunjukkan kelihaiannya memotret. Saya dan istri diabadikan dengan baik.

Jam Gunung Api

Jam Gunung Api

Petualangan berlanjut, menyusuri jalanan di sekitar lereng merapi. Saya dan istri tak tahu kemana arah jeep berjalan. Tak tahunya, kami dibawa ke sebuah sungai. Waow, menyusuri sungai dengan jeep !. Dengan perkasa, jeep masuk ke dalam aliran sungai, melawan arus yang mengalir. Sesekali jeep berputar. Air pun berhamburan laksana ombak yang menerjang. Kami pun basah kuyup, tak cuma sekali, berkali – kali jeep berputar dalam aliran sungai. Luar biasa, keren dan seru banget.

Akhirnya petualangan kami harus berakhir. Jeep yang membawa kami hampir 3 jam harus kembali ke basecamp. Kurang rasanya waktu 3 jam menikmati pagi di lereng merapi. Masih banyak tempat dan trek lain yang menarik yang belum sempat kami kunjungi. Suatu saat, kami akan kembali, insya allah. Bagi anda yang belum pernah mencoba, silahkan datang dan nikmati wisata petualangan dengan jeep di lereng merapi. Seru dan sangat menantang.