Bagian Depan Kedai Rakjat Djelata

Kedai Rakjat Djelata, Tempat Makan Unik di Tengah Kota Jogja

Bagian Depan Kedai Rakjat Djelata

Bagian Depan Kedai Rakjat Djelata

Berbicara tentang kota Yogyakarta, atau sering disebut dengan kota Jogja memang tak ada habisnya. Kota yang selalu ramai, baik karena pesona alam dan budayanya, maupun karena magnet pendidikan yang begitu kuat di kota ini. Menelusuri potensi Yogyakarta merupakan hal yang mengasyikkan, apalagi bagi saya yang suka dolan. Akan selalu ada saja yang menarik di kota ini. Salah satunya adalah tempat makan. Banyak sekali tempat makan yang legendaris dengan menu khasnya masing – masing.

Nah, kemarin saya mencoba salah satu tempat makan yang sering diperbincangkan orang di Jogja. Kedai Rakjat Djelata namanya. Tempat makan ini terletak di Jalan Dr. Sutomo No. 54 Yogyakarta. Tepatnya dari Stasiun Lempuyangan lurus ke timur, kemudian belok kanan kira – kira 50 meter, tepat berada di kiri jalan.

Begitu sampai di Kedai Rakjat Djelata, halaman parkir sudah dipenuhi puluhan motor dan beberapa mobil. Begitu masuk ke dalam, tempat ini ternyata cukup luas. Terdiri dari beberapa ruangan,ruang pemesanan, dan 3 blok tempat makan. Di bagian depan tempat pemesanan ada beberapa meja dan kursi rotan, kemudian kanan terdapat meja kursi berjajar khas warung kaki lima. Terdapat pula sebuah gerobak mirip angkringan di tengah – tengah ruangan. Meja dan kursi kayu lengkap dengan properti kayunya bersebelahan dengan angkringan.

IMG_20160823_191943_HDR

Ada yang unik di sini. saya melihat berbagai macam barang yang mirip perlengkapan di dapur, seperti panci, piring yang terbuat dari alumunium, sotil, cangkir, porong, parutan dan lainnya berjajar rapi di sisi ruangan. Juga dipasang di tiang dan sudut ruangan. Kesan jadul sangat terasa di sini. Ditambah lagi dengan properti makan yang dipakai juga terbilang ndeso banget. Piring yang dipakai untuk para pelanggan adalah piring alumunium. Nomer meja pengunjung yang digunakan adalah bambu yang dipotong dan diberi nomer.  Hal unik lainnya adalah pelayan di tempat ini menggunakan baju jawa lengkap dengan blangkon dan jaritnya, mirip sekali kalau kita menonton kethoprak. Setelah selesai memesan menu, saya diberi nomer meja yang terbuat dari bambu yang diberi angka. Sehingga kesan unik dan ndeso terasa sekali. Sesuai dengan namanya, sepertinya pengelola warung ini ingin memberikan suasana yang benar – benar ndeso, indonesia jaman dulu dan khas rakyat jelata untuk para pengunjung.

IMG_20160823_192109_HDR

IMG_20160823_192509

Tempat pemesanan di Kedai Rakjat Djelata terbagi menjadi 3 bagian yang terpisah, tempat pemesanan makanan, minuman dan meno roti. Menu makanan disini beragam, mulai dari menu ndeso seperti sayur asem, bubur ayam, ,brongkos hingga sate ayam pun ada. Tulisan  untuk memesan menu makanan tertulis dalam bahasa jawa ” Pesan Wonten Mriki ” Untuk makan saya memilih menu Brongkos dan ayam bakar. Rasanya enak, pas di lidah. Bumbunya tidak terasa tajam, agak hambar sedikit. Ayam bakarnya juga tidak terlalu manis. Jadi tidak eneg saat di makan. Jangan kaget misalkan anda menemukan menu makanan yang rasanya memang tidak 100% sesuai selera anda, makanan disini benar – benar menu tempo dulu yang mungkin jarang anda nikmati. Minuman yang disediakan di sini juga bernuansa khas minuman jawa tempo dulu, seperti Es Cincau, Dawet, Susu Mbok Ginem, Teh Uwuh dan lainnya. Saya memilih Es Cincau untuk minuman. Begitu saya minum rasanya manis dan segar, saya tidak salah pilih. Minuman yang kedua saya memilih Susu Segar Mbok Ginem. Rasanya pas di lidah, tidak terasa terlalu manis.

IMG_20160823_192912

Soal harga, Kedai Rakyat Djelata ini sangat bersahabat dengan kantong kita. Khas harga rakyat seperti kalau kita jajan di angkringan. Harga makanan di bawah 10 ribuan, pun demikian dengan minumannya. Tak heran tempat ini ramai dikunjungi oleh mahasiswa, anak – anak kos, sampai orang bekerja. Suasananya yang nyaman dan mirip di rumah sendiri menjadikan betah berlama – lama di kedai ini. Oh iya, tempat ini buka mulai pukul 11 siang sampai 11 malam.

Perpaduan antara design interior dan kekhasan menu yang spesial yang apik, menjadikan Kedai Rakjat Djelata ini mempunyai tempat tersendiri di hati para pengunjungnya. Bukan hanya soal rasa masakan, tetapi tempat ini seakan mempunyai misi lain di balik sekedar sebagai sebuah usaha kuliner, yaitu Nguri – Uri Kabudayan Jawi atau melestarikan budaya jawa di tengah era modern. Anda penasaran?